Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Mawkish

Aku suka berpikir kenapa mataku selalu bermain-main dengan asap hingga menimbulkan embun di kacamata. Hati yang sedang tidak merasakan sesuatu yang spesial ikut terasa sesak. Buliran itu lagi.. ia suka sekali bermain di pipiku, sampai mulutku cemburu dan ingin merasakannya juga." asin !" kata Mulut Batinku tertawa setelah itu, tak habis pikir aku bisa bahagia ditengah-tengah kerumitan diriku sendiri.  Bahagia memang sesederhana itu. Nah, yang lebih lucu lagi setelah tertawa justru aku termenung. Tiba-tiba teringat seseorang. Seseorang yang pastinya setiap dari kita memiliki orang spesial yang selalu hadir pertama dipikiran, entah itu hal baik ataupun buruk. Namanya saja yang terngiang, entah ia berwujud atau tidak. Ya! hanya nama dia yang selalu terlintas untuk pertama kalinya. Aku tersenyum lagi. "hei bibir bekerja samalah dengan pikiranku, sunggingkan senyum manismu walau masih terlihat kecut" pinta Otak...

distant

Gambar
"...she thought a moment and then nodded, but a distant look had overtaken her eyes". Tanpa kita sadari orang terdekat perlahan mengendurkan rekat yang mengait pada hubungan yang sudah terjalin Kita semakin sibuk dengan dunia masing-masing Hingga tidak menyadari kehadiran kita mungkin saja sedang dibutuhkan oleh rekan tersebut Ia memang tidak mengatakannya, tapi jauh dari dasar hatinya ia berteriak memanggil nama kita untuk sekali saja menghadapnya "kamu mau kemana? Kumohon ajak aku" Pernyataannya yang tertumbuk pada dasar hati menyakitinya terlalu dalam Ah bukan maksudku ia manusia lemah, ia mungkin memang butuh uluran tangan kita namun kita melewatinya begitu saja Persepsi masing-masing kepala yang mengatakan "dia berubah" Melihatnya, aku, menjadi takut Takut aku yang secara tidak sadar melupakan keberadaan seseorang hingga menyakiti perasaannya secara tidak langsung Rangkul, jangan biarkan seorangpun dari kalangan kita melewati jalanan s...

Aku kembali kesini

Gambar
(terlebih menyukai jelajahi alam jadi lupa waktu untuk jelajahi pena) kembali menjelajahi isi blog dan hasilnya membuat diri 'sedikit' mual yang kemudian bermonolog " tulisan macam apa ini, gung? ". kejenuhan membuat saya kembali kesini, niat hati ingin mengembalikan seluruh postingan ke dalam list draft namun rasa malas begitu menyelimuti diri.  hujat saja saya, harap siapkan kantung plastik jika sudah mual haha salam bahagia, Gung's.

Gung's Journal

Gambar
/bəˈlônging/ we all need to find our tribe and forge relationship in which we feel understood, recognized and valued to know we matter to others. Sangat menyedihkan ketika kau mengetahui bahwa ada hal-hal yang menyebabkan banyak masalah yang tertuju pada dirimu sendiri, hingga akhirnya kau tidak dapat menikmati waktu. Mungkin ada yang berpikir  “rasanya aku ingin lari saja” , ketika hal-hal yang kau hargai tidak lagi begitu penting. Boleh dikatakan itu adalah momen yang paling menakutkan. Bagian dalam diri berujar “ ingat, saya juga bisa patah “. Rasanya menjalani hidup dengan berpikir bahwa memiliki kekhawatiran dan pemikiran ini adalah bagian dari takdir, cukup memberi energi positif selepas keinginan untuk lari dari sebuah kenyataan. Suatu kenyataan dikatakan sulit jika kau tidak mau menjalankannya dengan ikhlas. Padahal kau sendiri sudah tau jika Allah tidaklah menjanjikan langit selalu biru, matahari tanpa hujan dan kebahagiaan tanpa kesedihan. Ia selalu menjan...

belajar respect

Deru nafasnya yang terengah seakan baru menyelesaikan lari 600 meter. Meski begitu terdengar jelas bibirnya terus berucap. Mungkin ia sedang kesal, "masalahnya masih sama seperti dahulu, "bagaimana caranya berkomunikasi?" Sebenarnya mudah saja. Tapi mengingat minimnya respect orang yang bersangkutan membuatku merasa jenuh, sendirian. Setelah itu terpojokan oleh semua argumen. Pertanyaanku, bisakah menganggapku 'ada' terlebih dahulu? Aku bahkan selalu mengikuti instruksimu. Pernah tidak memikirkanku yang terdiam dengan ribuan pertanyaan dikepala karena kau menjawab semua dengan kerasionalanmu yang terlalu memakai logika? Padahal kau dan aku sama, bisakah sedikit 'pengertian' padaku? Aku bahkan lupa bagaimana caranya me refresh  kembali pikiranku setelah melewati beberapa instruksimu"