Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Roda x Kehidupan

Semua memang berawal dari titik terendah Tatkala iman menjadi goyah Tapi ingat, Hidup itu bagaikan roda Ia selalu berputar pada porosnya Jika kita berada di titik teratas Pun tak menjanjikan kemudahan Terkadang titik teratas justru melemahkan

Jangan larut dalam kesedihan

Kehidupan ini tak selamanya indah. Senang dan duka datang silih berganti. Hal ini semakin memantapkan hati untuk menilai kehidupan dunia ini adalah semu. Kebahagiaannya semu. Kesedihannya semu. Ada kehidupan selanjutnya di hadapan kita. Itulah negeri akhirat. Abadi dan hakiki. Di sanalah tempat istirahat dan bersenang-senang yang hakiki, yakni di surga-Nya yang penuh limpahan rahmad dan kenikmatan. Atau kesengsaraan hakiki, di nereka yang panas membara. Tempat kembali orang-orang durhaka kepada Sang Pencipta. Teringat olehku perkataan yang tersimpan dalam kalbu. Di mana seorang pernah menasehatkan, “ Ketahulilah yang selamat hanyalah sedikit. Sesungguhnya tipuan dunia akan hilang. Semua kenikmatan selain surga akan sirna. Dan semua kesusahan selain neraka adalah keselamatan. ” Pembaca yang kami muliakan. Perlu kita sadari bahwa kesenangan dunia dan kesengsaraannya adalah ujian dari Tuhan semesta alam. Apakah menjadi hamba yang bersyukur saat diberi nikmat dan sabar saat di...
Diam-diam rasa kagum membuatku ingin menjadi dia Tapi kalau cinta membuatmu ingin menjadi pribadi yang berbeda dan secinta-cintanya kau dengan sesuatu, padti akan habis juga kecuali . . . juga ada waktunya kau saling berpisah . . .
kenangan itu paling jago buat orang senyum-senyum sendiri kayak orang yang nggak waras, jago juga buat orang tiba-tiba nangis sendiri hehe. Seiring berjalannya waktu, aku belajar banyak hal. Belajar mengendalikan diri, hati dan pikiran. Mengerti keadaan orang-orang sekitar. Belajar untuk selalu bersyukur atas apa yang telah digariskan untukku. Dan untuk sesiapa saja yang pernah mampir dan memberi warna di kehidupanku. Yaa kalian.. Aku mau bilang terima kasih banyakkkkkk Aku belajar banyak dari kalian Sayang kalian:( Kangen kalian:( Semoga Allah SWT ridho dan sudi untuk mempertemukan kita kembali aamiin
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Ternyata p hrase itu memang nyata.  Jadi ingat sewaktu masih kelas VIII SMP. Waktu itu aku belum merasakan manisnya memiliki kawan sebaya. Jangankan untuk membicarakan perihal yang pribadi, membicarakan perihal pelajaran kepada kawan sebayaku pun jarang.  Aku.. ya seperti itulah aku dulu. Lebih memilih untuk menyendiri daripada bergabung dengan anak-anak yang menurutku tidak sesuai. Bukan maksud hati aku tidak ingin berteman dengan banyak orang. Tapi kepribadianku yang tidak seperti anak di zamannya. Mungkin juga karena diriku sendiri yang selalu memberi suggest  bahwa mereka tidak sesuai denganku.  Alhamdulillah-nya, aku tidak se kuper orang-orang yang tidak memilik teman hehe. Terkadang aku masih mau bergabung walau hanya untuk membahas hal tidak penting, seperti membantu membuat contekan misalnya hehe. Jujur, aku tidak pernah berani untuk menyontek. Peranku hanya membantu memberikan jawaban.  Itu dulu.....

yuk, move on

Tau tidak? bahwa mengenang yang telah lalu adalah termasuk bagian dari Maksiat Hati. Sebelum membahas lebih laanjut, ucapkan bismillah... Istighfar sepenuh hati... Maksiat Hati Santri solihah yang dirahmati Allaah, sebenarnya apa yang terjadi pada hati memang sudah kodrat sebagai makhluk yg berakal dan berhati. Tapi, tidak pernah kita sadari, bahwa hal itu adalah sebagian dari Maksiat Hati. "Ya Allaah Ampuni kami." Ketahuilah, bahwa agama Islam terdiri atas dua ba­gian: 1. meninggalkan apa yang dilarang dan 2.melakukan amal ketaatan. Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat di­lakukan setiap orang, sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong shid­diqun. Sekarang jujur pada hati masing-masing. Tanyakan pada hati. "Aku teringat masa lalu ketika aku jauh dari Allaah." Benar tidak?" ini perenungan...tapi tetap, apa yang ditangisi?? Menangisi dosa kah? Menangis ...
Sahabat... Kita bertemu dengan hati, maka kita hanya boleh berpisah jika salah seorang dari kita tak lagi memiliki hati.  Hati sahabat bukan terbuat dari yang terbaik.  Tanpa cacat atau kekurangan tetapi yang telah dibuka luas untuk sahabatnya.  Untuk semua kesedihannya, untuk semua kepahitan dan peristiwa yang membuatnya  terluka. Kita saling berpesan dan mengingatkan. Semoga selalu sahabat dalam ketaatan. Ana uhibbukum fillah, ashabul kirom ❤
Katanya kita sudah digariskan bersama Katanya kita menghadap kiblat yang sama Katanya kita menginjak bumi yang sama Katanya kita menatap langit yang sama Katanya kita menghirup udara dari sumber yang sama Katanya kita kan berteduh dirumah yang sama Katannya kita akan berjalan bersama Katanya kita akan berjuang bersama Katanya kaulah orangnya Katanya . . . Katanya . . . katanya . . . Hatimu jangan dipercaya Hawa nafsu tidak berguna Harimu kan sia-sia Hanya karena memikirkan dunia Hendaknya kamu berdo’a Harapkan ridho sang kuasa Hari kan lebih berwarna ______________ https://www.instagram.com/agungwadiniati/
Tangan ini lemah Kaki ini kalah Mata ini payah Pikiran ini gundah Seringkali hati resah Tatkala timbul amarah Beruntung ada shahibah Menceritakan tentang sirah Ingatkanku tentang Rasulullah Ku takjub pada akhlaknya yang indah Cahayanya yang sangat cerah Membuat Purnama merasa kalah Seringkali Rasulullah dibuat jatuh Namun Sang kekasih kembali bangkit karena Allah Terkadang cerita tentang Fatimah Putri tercinta Rasulullah Dirinya mengingatkan orang-orang pada Rasulullah Hatinya tak pernah mau kalah Dalam melawan nafsu juga amarah Pada Allah ia berserah Hatinya tak resah Ia menanti dengan tabah Iringan doa diatas sajadah Membuat imannya bertambah Jazakumullah ya Shahibah Kau ingatkanku tentang Rasulullah Kau ceritakan padaku tentang Fatimah Ceritakan padaku lebih banyak kisah Kisah orang-orang sholeh Supaya aku tidak gundah Supaya aku tidak resah Supay...
Setiap dari kita memiliki sisi yang berbeda Setiap dari kita memiliki latar belakang yang berbeda Setiap dari kita memiliki tempat untuk tinggal yang berbeda Setiap dari kita memiliki kemahiran yang berbeda Setiap dari kita memiliki kesenangan yang berbeda Tapi satu yang sama Setiap dari kita memiliki mimpi untuk dijadikan nyata Mimpi yang membawa kita menuju padaNya Mimpi untuk meraih jannahNya Mimpi untuk dibersamakan dengan kekasihNya Mimpi untuk selalu diperhatikan olehNya Mimpi untuk menjadi bidadari JannahNya Kelak semua perbuatanku kan kuterima balasannya Naar atau JannahNya? Semoga ini bukanlah mimpi belaka