Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

belajar respect

Deru nafasnya yang terengah seakan baru menyelesaikan lari 600 meter. Meski begitu terdengar jelas bibirnya terus berucap. Mungkin ia sedang kesal, "masalahnya masih sama seperti dahulu, "bagaimana caranya berkomunikasi?" Sebenarnya mudah saja. Tapi mengingat minimnya respect orang yang bersangkutan membuatku merasa jenuh, sendirian. Setelah itu terpojokan oleh semua argumen. Pertanyaanku, bisakah menganggapku 'ada' terlebih dahulu? Aku bahkan selalu mengikuti instruksimu. Pernah tidak memikirkanku yang terdiam dengan ribuan pertanyaan dikepala karena kau menjawab semua dengan kerasionalanmu yang terlalu memakai logika? Padahal kau dan aku sama, bisakah sedikit 'pengertian' padaku? Aku bahkan lupa bagaimana caranya me refresh  kembali pikiranku setelah melewati beberapa instruksimu"