Postingan

Menampilkan postingan dari 2016
ketika hati mulai merasakan penat akan sebuah rasa ia mulai meraung-raung kepada sang pemilik "Hey, Ni. If you love someone, show it, tell him!" tetapi egoku lebih besar daripada perasaan ini hanya mampu menyembunyikannya entah sampai kapan sesekali merasakan kecewa sesekali merasakan pedih tapi aku percaya, bahwa Allah itu Maha Mengetahui segala isi hati hambanya Yaa Muqalibal Qulub Tsabit Qalbi 'alaa Diinik Ya Allah, Ya Rabb Yang Maha membolak-balikan hati manusia, tetapkanlah hatiku diatas agamaMu Jadikanlah aku wanita muslim yang lebih kuat lagi, lebih ikhlas lagi, lebih sabar lagi, lebih dan lebih lagi. Aamiin Allahumma Aamiin
ketika orang yang berilmu mengabaikan apa yang telah ia ketahui, saya yang fakir hanya mampu mendo'akan yang terbaik saja.
http://www. alhabibahmadnoveljindan.org/ wp-content/uploads/2014/11/ Materi-Dauroh.pdf
"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan selalu mengucap syukur Alhamdulillah."
With money: You can buy a house, but not a home. You can buy a clock, but not time. You can buy a bed, but not sleep. You can buy a book, but not knowledge. You can get a position, but not respect. You can buy blood, but not life.

Kisah Jenderal Sutarman, Kapolri Yang Pernah Menjadi Kuli Bangunan

MasyaAllah, sangat menginspirasai. Jenderal Polisi Drs. H. Sutarman (lahir di Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957) adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang menjabat sejak 25 Oktober 2013 menggantikan Jenderal Timur Pradopo. Sutarman dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada 25 Oktober 2013. Sebelumnya ia merupakan Kabareskrim Mabes Polri yang menjabat sejak 6 Juli 2011 hingga 24 Oktober 2013. Dia didapuk sebagai orang nomor satu di Bareskrim menggantikan Ito Sumardi Ds yang pensiun. Jenderal Sutarman tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Pada tahun 2000, dia adalah Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid. Kemudian akhir 2004, dia menjabat Kapolwiltabes Surabaya, lantas berturut-turut sebagai Kapolda Kepri, Kakaskus Lemdiklat Polri, lalu Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya. Uniknya Putra pasangan Paidi Pawiro Mihardjo dan Samiyem ini pernah menggantikan Timur Pradopo (mantan Kapolri) di empat j...

Ruqyah Sang Suami

Senyum sejenak membaca tweet seseorang : “Istrinya sakit parah, lalu iapun berkata kepada suaminya : “Ruqyahlah aku!” Sang suamipun meruqyah istrinya dan membuka bacaan Qur’annya dengan ayat : فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. (QS An-Nisaa : 3) Maka sang istripun berdiri seakan-akan tidak pernah sakit sama sekali”
Seketika tersenyum membaca tulisan ini "Bila tengok couple berjalan bepegangan tangan ibarat teh dan gula. Kedua-duanya minta untuk dijirus dengan air panas" -Anon
When sadness was the sea, you taught me how to swim.

Akhirnya Aku Berhenti Menjadi Wanita Karir

Aku menunggu teman yang menjemputku di masjid seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan. Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”. “Belum”, jawabku datar. Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?” Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan. “Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “Menunggu suami” jawabnya pendek. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?” Entah keyakinan apa yang membuatku demikian y...

Kekayaan yang Sebenarnya Bukanlah Terletak Pada Angka, Melainkan Pada Senyuman Bahagia Pada Wajah Anda

Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil menjadi kepala bagian. Kemudian ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan konstruksi. Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari tampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit pun tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana dan pendiam. Kehadirannya senantiasa mengingatkannya akan masa lalu yang sukar. Sang suami berpikir, inilah saatnya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan uang sebesar 1 miliar ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia bukanlah suami yang tak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal bagi hari tua istrinya, hatinya pun tidak tenang...... Akhirnya, ia pun mengajukan gugatan cerai kepada istrinya. Sang istri duduk berhadapan dengannya. Tan...