Gung's Journal


/bəˈlônging/
we all need to find our tribe and forge relationship in which we feel understood, recognized and valued to know we matter to others.

Sangat menyedihkan ketika kau mengetahui bahwa ada hal-hal yang menyebabkan banyak masalah yang tertuju pada dirimu sendiri, hingga akhirnya kau tidak dapat menikmati waktu. Mungkin ada yang berpikir “rasanya aku ingin lari saja”, ketika hal-hal yang kau hargai tidak lagi begitu penting. Boleh dikatakan itu adalah momen yang paling menakutkan.
Bagian dalam diri berujar “ingat, saya juga bisa patah“. Rasanya menjalani hidup dengan berpikir bahwa memiliki kekhawatiran dan pemikiran ini adalah bagian dari takdir, cukup memberi energi positif selepas keinginan untuk lari dari sebuah kenyataan.
Suatu kenyataan dikatakan sulit jika kau tidak mau menjalankannya dengan ikhlas. Padahal kau sendiri sudah tau jika Allah tidaklah menjanjikan langit selalu biru, matahari tanpa hujan dan kebahagiaan tanpa kesedihan. Ia selalu menjanjikan kemudahan disetiap kesulitan dan hikmah dalam setiap cobaan. Sehingga semuanya kembali lagi pada diri sendiri, “mengapa kau selalu merasa terbebani seolah hidup adalah sebuah musibah?”
Dilahirkan dengan takdir dan kedalaman ini terkadang menantang diri sendiri untuk bermain lakon seolah diri adalah dua orang yang berbeda. Kemudian akan bolak-balik dalam pemikiran yang mendalam.
gung apa kau lupa? Kau memiliki aku untuk kau jadikan sandaran hmm? Kau bisa menggunakanku, kau bisa mengandalkanku!” tuturnya
sekali lagi aku katakan padamu. Kau hanya perlu meminta maka saat itu juga aku akan memberi penawar supaya harimu lebih indah
“…kau jangan terus berpikiran bahwa kau bisa melakukannya sendiri. Lihat ini? Kalau sudah menangis seperti ini memang dirimu bisa memberi sandaran untuk dirimu sendiri, hm?” “ingat, kau memiliki aku…” menghela nafasnya sejenak
dan aku akan dengan senang hati menjadi sandaranmu. Kau tau? Kau sangat berarti. Sungguh. Dari dulu sampai sekarang, memangnya siapa lagi yang bisa membuatku seperti pengemis hanya untuk kau jadikan diriku sebagai sandaranmu?-Ni
Setelah semua ini saya ingin membelai bahu saya “jangan terlalu khawatir, ketika kau tumbuh dewasa, bayanganmu pun menjadi semakin besarAir mata dan dedikasimu adalah pekerjaan luar biasa yang telah kau lakukan”.
Percayalah, Ia selalu menjanjikan kemudahan disetiap kesulitan dan hikmah dalam setiap cobaan. “…Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya” [QS. Al-Baqarah : 286] “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” [QS. Al-Insyirah : 5]. Karena memang itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang hamba.
“Yah, saya melakukannya dengan baik” kemudian berdiri tegap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

distant

Roda x Kehidupan