ANAQI
Telah aku kutip beberapa kalimat yang tertulis disini dari kehidupan Anaqi. Seorang gadis yang terlampau bahagia. Rumah, dihidup ini mungkin ia tidak punya rumah seperti orang-orang lain miliki. Ia hanya gadis miskin yang bahagia. Hidup dikontrakan satu petak, yang untuk melaksanakan 5 waktunya kadang harus bergantian supaya menjaga kekhusyukan sesama. Sebelum sembahyang, memastikan tidak ada suara yang mengganggu terutama suara televisi dan cekikikan bahagia adik bersama anak tetangga. Semua terasa semakin sulit karena datangnya berbagai asumsi keduniawian yang selalu mengikis keimanannya. Hampir juga ia melupakan rumah yang selalu menunggu kehadirannya disana. Rumah yang benar-benar bisa dianggap sebagai rumah, jika ada kata melebihi makna itu maka akan ia berikan. Kau tau? Tak terasa air mata berjatuhan selagi aku menuliskan ini. Maaf, aku terharu karena ia yang terlampau bahagia. Rumah impian, ya bisa disebut seperti itu. Dikelilingi sanak saudara yang teratur datang meng...