Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.
Ternyata phrase itu memang nyata. 

Jadi ingat sewaktu masih kelas VIII SMP. Waktu itu aku belum merasakan manisnya memiliki kawan sebaya. Jangankan untuk membicarakan perihal yang pribadi, membicarakan perihal pelajaran kepada kawan sebayaku pun jarang. 

Aku.. ya seperti itulah aku dulu.
Lebih memilih untuk menyendiri daripada bergabung dengan anak-anak yang menurutku tidak sesuai. Bukan maksud hati aku tidak ingin berteman dengan banyak orang. Tapi kepribadianku yang tidak seperti anak di zamannya. Mungkin juga karena diriku sendiri yang selalu memberi suggest bahwa mereka tidak sesuai denganku. 

Alhamdulillah-nya, aku tidak sekuper orang-orang yang tidak memilik teman hehe. Terkadang aku masih mau bergabung walau hanya untuk membahas hal tidak penting, seperti membantu membuat contekan misalnya hehe. Jujur, aku tidak pernah berani untuk menyontek. Peranku hanya membantu memberikan jawaban. 

Itu dulu.. ketika aku masih kelas delapan.

Dan ada kenangan manis yang sampai sekarang tidak bisa lepas dari ingatan.

Bukan...

Bukan tentang contekan...

Bukan tentang anak-anak yang susah untuk bayar uang kas...

Bukan tentang peringkatku yang turun...

Tapi ini tentang dia...

Dia yang berhasil memberi warna di masa remajaku...

Walau hanya mampir sebentar...

But friendzone of us make me complicated, but i'm grateful for that situation.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

distant

Roda x Kehidupan