yuk, move on
Tau tidak? bahwa mengenang yang telah lalu adalah termasuk bagian dari Maksiat Hati.
Sebelum membahas lebih laanjut, ucapkan bismillah...
Istighfar sepenuh hati...
Maksiat Hati
Santri solihah yang dirahmati Allaah, sebenarnya apa yang terjadi pada hati memang sudah kodrat sebagai makhluk yg berakal dan berhati.
Tapi, tidak pernah kita sadari, bahwa hal itu adalah sebagian dari Maksiat Hati.
"Ya Allaah Ampuni kami."
Ketahuilah, bahwa agama Islam terdiri atas dua bagian:
1. meninggalkan apa yang dilarang dan
2.melakukan amal ketaatan.
Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat dilakukan setiap orang, sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong shiddiqun.
Sekarang jujur pada hati masing-masing.
Tanyakan pada hati.
"Aku teringat masa lalu ketika aku jauh dari Allaah."
Benar tidak?"
ini perenungan...tapi tetap, apa yang ditangisi?? Menangisi dosa kah? Menangis karena rindu masa lalu kah? Atau menangis karena teringat orang nya?
Disinilah kita terjebak oleh Maksiat Hati, nafsu.
Menangisi masa lalu hanyalah jeratan nafs yg ada dihati, sebaliknya jika menangismu karena dosa mu kepada Allaah itulah penyesalan yg sesungguhnya.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW. bersabda, “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya.”
Ketahuilah bahwa ketika engkau bermaksiat sesungguhnya engkau melakukan maksiat tersebut dengan anggota badanmu padahal ia merupakan nikmat dan amanat Allah yang diberikan kepadamu.
الله الله الله
Tidak kah kalian merasa membuang waktu dan merugi selama ini?
Salihah... Sadarkah, cara Allaah sangat indah jika kita bisa mencerna dari segala ketetapannya.
Indah... Sangat indah... 😊
Lihatlah, kemarin kita menangis tersedu, seakan kehidupan tak kan berlanjut sebagaimana mestinya, tapi pernah tidak kita merasakan setiap kali kau usap air mata mu, terdapat kenikmatan tersendiri (kepuasan yang melapangkan hati), walau sakit itu masih ada.
Tidak pernah Allaah memberikan segala kecewa dengan tidak menggantikan dengan hal yang lebih baik.
Mari kita renungkan
Istighfar....
Istighfar...
Istighfar...
Kita bersama Allaah 😊
Sebelum membahas lebih laanjut, ucapkan bismillah...
Istighfar sepenuh hati...
Maksiat Hati
Santri solihah yang dirahmati Allaah, sebenarnya apa yang terjadi pada hati memang sudah kodrat sebagai makhluk yg berakal dan berhati.
Tapi, tidak pernah kita sadari, bahwa hal itu adalah sebagian dari Maksiat Hati.
"Ya Allaah Ampuni kami."
Ketahuilah, bahwa agama Islam terdiri atas dua bagian:
1. meninggalkan apa yang dilarang dan
2.melakukan amal ketaatan.
Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat dilakukan setiap orang, sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong shiddiqun.
Sekarang jujur pada hati masing-masing.
Tanyakan pada hati.
"Aku teringat masa lalu ketika aku jauh dari Allaah."
Benar tidak?"
ini perenungan...tapi tetap, apa yang ditangisi?? Menangisi dosa kah? Menangis karena rindu masa lalu kah? Atau menangis karena teringat orang nya?
Disinilah kita terjebak oleh Maksiat Hati, nafsu.
Menangisi masa lalu hanyalah jeratan nafs yg ada dihati, sebaliknya jika menangismu karena dosa mu kepada Allaah itulah penyesalan yg sesungguhnya.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW. bersabda, “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya.”
Ketahuilah bahwa ketika engkau bermaksiat sesungguhnya engkau melakukan maksiat tersebut dengan anggota badanmu padahal ia merupakan nikmat dan amanat Allah yang diberikan kepadamu.
الله الله الله
Tidak kah kalian merasa membuang waktu dan merugi selama ini?
Salihah... Sadarkah, cara Allaah sangat indah jika kita bisa mencerna dari segala ketetapannya.
Indah... Sangat indah... 😊
Lihatlah, kemarin kita menangis tersedu, seakan kehidupan tak kan berlanjut sebagaimana mestinya, tapi pernah tidak kita merasakan setiap kali kau usap air mata mu, terdapat kenikmatan tersendiri (kepuasan yang melapangkan hati), walau sakit itu masih ada.
Tidak pernah Allaah memberikan segala kecewa dengan tidak menggantikan dengan hal yang lebih baik.
Mari kita renungkan
Istighfar....
Istighfar...
Istighfar...
Kita bersama Allaah 😊
Komentar
Posting Komentar