Bulir Aksara
Mendadak laut diam
Ombak tertahan di palung terdalam
Hanya ada angin, ya, angin
Angin yang menguarkan dingin yang beku
Dari dasar musim dingin yang membatu
Seorang dengan mata terpejam
Menengadah ke arah barat
Di tangannya tergenggam puing-puing luka yang melebam
Nyeri yang menguliti sekujur jiwa
Angkasa sunyi senyap
Seekor camar terbang rendah
Meniti angin yang datang dari lembah hijau di selatan
Bukit-bukit berselimut kabut
Hijau tak lagi nampak
Pada laut yang murung
Angin menitip larik puisi
Puisi sepi dari sayap bidadari
Yang terkoyak dirajam sunyi

Komentar
Posting Komentar